CGK-AMM-IST
Tiga tahun lalu sempet ngalamin pengalaman yang random.
Begini ceritanya.
Jadi, tahun 2017 berkesempatan pergi ke IST, via AMM dari CKG bersama ortu. Transit di AMM cukup lama sekitar 7 jam. Untungnya bisa jalan-jalan dulu melihat gua The Seven Sleepers, nyobain makanan khas setempat, dan sempet liat Laut Mati juga dari kejauhan.
Kesan pertama mendarat di AMM bandaranya luas, rapih, dan modern. Mungkin karena keitung baru direnovasi juga ya. Waktu itu bulan Januari cuacanya dingin banget.
Pas di jalan kerasa sepi banget. Memang dijelasin juga sih sama tour guidenya kalau warga Jordan itu populasinya sedikit, banyak imigran juga dari Palestina, Yaman, dan sekitarnya. Mungkin karena waktu itu masih pagi banget dan hari Sabtu, jadi kegiatan warga di sekitar jalannya nggak keliatan.
Setelah keliling-keliling, kembalilah ke bandara untuk lanjut terbang ke IST.
Dan.. ternyata dikasih tau kalau pesawatnya delay sampe waktu yang belum ditentukan. Kabarnya di IST ada badai salju, jadi tidak memungkinkan untuk aktivitas penerbangan.
Jujur, ini pengalamanku yang pertama banget.
Bahkan baru kali itu pertama naik pesawat, dan ke tempat yang cukup jauh. Terus dapet pengalaman pesawat delay lagi..
Yang terlintas pertama kali di pikiran, ini bakal terlantar di bandara berjam-jam kayak yang suka ada di berita-berita gitu nggak ya?
Dan ternyata.. Syukurnya nggak. Setelah nunggu sekitar satu jam kurang dikasih tau kalau bakal dikasih fasilitas penginapan di Airport Hotel. Kemudian meluncurlah ke hotel pake shuttle bus.
Setelah check in kamar, aku dan ortu istirahat. Lihat ke luar jendela, sepi banget nggak keliatan bangunan apa-apa lagi. Hanya ada kebun buah zaitun dan tanah kosong sejauh mata memandang.
Oh ya, ini mungkin bisa jadi pelajaran juga. Karena kita harus stay di hotel nunggu flight selanjutnya, untungnya waktu itu aku dan ortu bawa koper cabin. Jadi, isi kopernya ada baju ganti dan perlengkapan pribadi lainnya. Kebetulan aku bawa backpack juga yang isinya toiletries, novel, headset, dsb. Bersyukur banget waktu itu karena barang-barang orang lain yang satu pesawat denganku pada ditaro di bagasi, dan kopernya nggak bisa diambil karena udah masuk ke pesawat buat ke IST.
Selama di hotel, aku dan ortu nggak kemana-mana karena jauh juga lokasinya dari mana-mana. Pengalaman menariknya mungkin nyoba makanan khas setempat yang kebanyakan mengandung buah zaitun. Mungkin karena hotel khusus juga jadi banyak makanan internasionalnya. Dessertnya enak-enak btw. Oh ya, tapi sayangnya wifinya cuma bisa gratis dipake selama 2 jam. Itu pun dapet gratis dari maskapai pesawatnya. Jadilah, seharian ku hanya nonton tv, tidur, kemudian makan, sama jalan-jalan di dalem hotel aja.
Setelah stay sehari di hotel, alhamdulillah bisa lanjut flight juga. Dari hotel ke bandara naik shuttle bus lagi. Di gerbang masuk bandara ku cukup terkejut.. Ada tank baja dan tentara bersenjata nangkring di dalemnya. Setiap kendaraan yang masuk bandara diperiksa sama tentara. Mungkin karena waktu itu lagi banyak konflik Timur Tengah kali ya. Mana Jordan tetanggaan sama Israel, Irak, dan Suriah. Di hotel pun aku pernah disapa sama salah satu pegawai yang katanya dari Palestina.
Akhirnya terbanglah ke IST. Waktu itu aku duduk sebelahan sama sepasang suami istri paruh baya asal Turki. Bapak di sebelahku berusaha ngajak ngobrol dengan bertanya berasal dari mana. Bapaknya nggak bisa bahasa Inggris, jadi kami ngobrol pake bahasa isyarat wkwk pengalaman banget. Pas aku liat monitor pesawat yang nunjukkin lokasi pesawat, bapaknya nunjuk salah satu daerah di selatan Turki. Aku lupa nama kotanya, pokoknya katanya beliau dan istrinya tinggal disana. Bapaknya juga sempet nawarin makanannya ke aku, dengan bahasa isyarat tentu saja, sambil nunjuk perutnya yang aku artikan beliau kekenyangan :))
Pas landing di IST, sempet nunggu hampir satu jam buat keluar dari pesawat karena masih banyak salju di area bandara jadi jalan pesawat cukup susah buat dilewatin. Setelah ngambil koper dan keluar bandara, i experienced my first snowfall on midnight :')
Yak, begitulah cerita kerandomanku.
Sampai jumpa di perjalanan selanjutnya :)





Komentar
Posting Komentar