#PlanetOrPlastic
Today I pledged to reduce the single-use plastic in my life. Join me and choose our planet! #PlanetOrPlastic https://t.co/pAcQQ5KGxv— May 31, 2018
Dengan kicauan di atas, maka mulai hari ini ku nyatakan akan lebih rajin meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Bismillah.
Dalam beberapa tahun terakhir, aku sudah mencoba mengurangi penggunaan plastik dengan sering membawa totebag untuk berbelanja, walau kadang masih sering kelupaan sih hehe. Alhamdulillah sejak TK atau SD (lupa tepatnya kapan) aku sudah dibiasakan untuk nggak membuang sampah sembarangan dan membawa botol minum sendiri. Untuk hal sisa makanan mungkin belum maksimal, tapi aku selalu berusaha untuk nggak menyisakan makanan atau minuman sama sekali, mau itu makan dan/atau minum di rumah atau di luar rumah.
Hari Bumi, 22 April 2018 kemarin kebetulan aku sempat nonton film dokumenter An Incovenient Truth (2006) yang lumayan menyadarkanku akan pentingnya menjaga lingkungan. Ditambah, sekitar dua minggu lalu aku melihat foto di instagram National Geopgraphic berikut ini.
Miris :(
Mana lokasinya di Indonesia huhu merasa semakin bersalah..
Majalah National Geopgraphic bulan ini (Juni 2018) pun mengangkat topik "Planet Or Plastic?" dan tanpa pembungkus plastik tentu saja. Sebuah usaha yang nyata.
"We Made Plastic. We Depend On It. Now,We're Drowning In It." - Sad but true :(
Dalam salah satu artikelnya, National Geopgraphic mengatakan bahwa ada enam hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan mengenai plastik ini.
1. Tanpa Kantong Plastik
Usia kerja kantong plastik itu rata-rata hanya 15 menit, tapi plastik baru bisa terurai bertahun-tahun lamanya. Pembiasaan yang bisa kita lakukan adalah membawa tas yang bisa dipakai ulang, seperti tas kain atau semacamnya, untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
2. Tanpa Sedotan
#SkipTheStraw ini lagi aku coba biasakan. Sekarang udah banyak sih toko-toko online yang jual sedotan reusable dari bahan stainless steel atau bambu. Dan bahkan ada yang jual dengan sikat pembersih dan kantongnya juga, jadi bisa dibawa kemana-mana.
3. Lupakan Botol Plastik
Selalu usahakanlah bawa botol minum sendiri yang tentunya bisa dipakai ulang. Selain ramah lingkungan, tentu saja kita bisa berhemat.
4. Hindari Kemasan Plastik
Haruskah tidak jajan? Tentu saja tidak mungkin. Mari kita coba sering membawa kotak makan sendiri dengan sendok dan garpu sendiri. Ada juga saran lebih baik beli sabun batangan dibanding beli sabun cair. Tentu kita harus cari sabun yang cocok dengan kulit kita. Aku pernah liat beberapa produk lokal sabun batangan sih, tapi mungkin buat masing-masing orang harus riset pribadi ya.
5. Daur Ulang
Ini yang kadang yang masih susah dilakukan si. Memilah sampah aja belum jalan huhu. Ya minimal kalau ada barang bekas, kayak botol plastik, bisa dipakai untuk hal lain seperti pot bunga, atau wadah apa gitu.
6. Jangan Membuang Sampah Sembarangan
Jaman sekarang kadang nggak ngerti sih sama orang yang masih buang sampah sembarangan. Tempat sampah udah disediakan juga masih aja tetep buang sampah dimana aja. Foto kuda laut dan korek kuping di atas adalah dampak buruk membuang sampah sembarangan. Nggak pada kasian apa sama binatang yang nggak sengaja makan plastik :(
Selalu ingatlah kalau ada makhluk hidup lain di sekitar kita. Jangan egois. Jagalah lingkungan dengan berbuat baik pada lingkungan itu sendiri. Kita bisa mulai dari satu hal dari enam hal di atas. Cari yang paling mudah kita lakukan. Jadikan gaya hidup dan kebiasaan baik. Ke depannya semoga kita bisa membuat planet yang layak dihidupi oleh anak cucu kita kelak.
"Big things have small beginnings." - Prometheus

Komentar
Posting Komentar