Pages

Senin, 30 Januari 2017

#KehidupanIsLife

How time flies so fast.. Gimana nggak? Liburan beberapa hari lagi selesai .-.
Ya, #KehidupanIsLife..

Hahahaha sebenernya hashtag itu punyanya bang Is A Diagrams sih wkwk dia pertama kali ngepost di instagramnya. Ya kehidupan memang life, dalam konteks bahasa.. Wkwkwk karena menurut aku bodor jadi ya aku pake juga deh, minta ijin ya bang :))

Oke. Jadi ngapain aja selama liburan ini?

Literally, aku ngerasain liburan yang bener-bener liburan cuma 12 hari. Dan di 12 hari itu, kebanyakan dipake tidur.. Sangat tidak produktif sekali ya :)

Mungkin ini bisa disebut pembelaan, tapi setelah kira-kira dua minggu menjadi 'musafir' dengan menempuh perjalanan panjang, maka tidur atau bahasa lebih elegannya 'istirahat' adalah cara untuk memulihkan kondisi (padahal mah emang cuma bisa tidur aja kerjaannya) hehehe. Sebenernya itung-itung save energy buat semester depan juga kan ya wkwkwk pembelaan lagi.

Tentang jadi musafir, sebenernya pengen cerita semua pengalaman yang dialami selama dua minggu kemarin, tapi apa daya hamba yang penuh kekurangan dan kemalasan ini ._.

Sebenernya perjalanan kemarin itu adalah pengalaman pertama buat aku. Pengalaman pertama terbang ribuan mil jauhnya dari rumah (pake pesawat ya pastinya, aku bukan Goblin yang bisa terbang atau pas buka pintu langsung ada di tempat tujuan #ea #korbandrakor), pergi ke tempat yang belum pernah didatengin, ketemu banyak orang baru, dan tentu banyak pengalaman baru lainnya yang panjang banget kalo disebutin satu-satu wkwk <-- bilang aja males ngetik :p

Perjalanan jadi musafir atau bisa disebut spiritual journey (ceilah) kemarin juga jadi pelajaran banget dan jadi perjalanan menemukan diri sendiri. Alhamdulillah ada hikmahnya.

Ternyata banyak orang baik di luar sana, dan aku juga nggak memungkiri kalau ada orang yang kurang baik juga. Dan kita sebagai manusia masih banyak kekurangannya dan nggak lepas dari kesalahan. Dan apalah kita ini yang begitu kecil di hadapan-Nya.

Ketika bertemu dan berhadapan dengan orang lain, bahkan orang yang nggak kita kenal sama sekali kunci nya ternyata, yaitu memahami. Itu salah satu dasar dari ilmu yang saat ini sedang aku pelajari dan bener-bener aku usahain buat diterapin di kehidupan sehari-hari. Dengan memahami, kita dapat berkomunikasi walaupun kita berbicara dengan bahasa masing-masing yang nggak dimengerti satu sama lain wkwk. Kalo kata mbak Windy di buku Life Traveler, "Untuk menguasai Bahasa Dunia hanya dibutuhkan satu hal: keberanian untuk memahami." Oiya dan satu lagi kuncinya, don't judge a book by its cover.

Ada dua rumus juga yang dikasih tau pembimbingku ketika kita dihadapkan pada suatu masalah.
Rumus yang pertama:
Ilmu,
Ikhlas,
Sabar.

Rumus yang kedua:
Hadapi,
Hayati,
Nikmati.

Sip. Bener-bener #KehidupanIsLife.
Pertama denger dua rumus itu aku senyum-senyum hahaha antara dapet insight dan emang bodor aja pas pembimbingku ngomong itu =))

Dan ada hal yang aku dapet pas perjalanan pulang. Jadi, perjalananku dipenuhi transit, ganti pesawat dari maskapai yang sama. Beberapa kali aku sempet buka majalah yang disediain di pesawat, tapi anehnya beberapa kali buka majalah yang sama, nggak pernah liat halaman ini. Mungkin memang takdirnya dikasih liat pas di perjalanan pulang hahaha. Ini halaman tentang new year's resolution ceritanya.


Bersyukur banget dikasih liat halaman itu. Dan mungkin itu bisa jadi resolusi ku di taun baru ini. Thanks to RJ's magazine. 

Sangat bersyukur sama pengalaman di perjalanan kemarin, Bersyukur juga sama kehidupan yang udah dijalanin selama ini. Makasih ya Allah..

Dan tidak lupa kuucapkan terima kasih pada kedua orang tuaku yang telah mensponsori dan bareng-bareng di perjalanan kemarin. Semua pengalaman yang aku dapet nggak mungkin kejadian kalau nggak disponsori mereka.

And for CGK-AMM-IST-JED-KUL-BDO, i'll be back soon!

Sampai jumpa lagi di perjalanan berikutnya!

0 komentar:

Posting Komentar